Sekilas Tentang Filsafat Abad Pertengahan di Eropa

26 03 2011

Sejarawan membagi perkembangan Filsafat menjadi tiga bagian pokok. Yaitu: Abad prasejarah, sebelum yunani (fase Filsafat timur) dan mencakup juga dekade pemikiran Filsafat yunani. Fase ini bermula sebelum Sokrates (tabiiyyah) sampai Sokrates, kemudian Plato dan Aristoteles, yang banyak terinspirasi oleh filsafat abikoriyyah dan ruwakiyya serta Plato modern. Kedua; Filsafat abad pertengahan yang meliputi filsafat Islam, Yahudi dan Kristen. Ketiga; Fase filsafat modern yang dimulai dari abad ke-17, ketika renaisanse terjadi dibelahan bumi Eropa.

Abad pertengahan jika ditinjau dari sejarah, bermula dari runtuhnya imperium Romania tahun 395 M, sampai jatuhnya konstantinopel 1453 M. Kebanyakan ilmuan menyebut fase ini dengan zaman kegelapan. Karena banyaknya sisi-sisi negatip di berbagai bidang. Baca entri selengkapnya »





Terima Kasih Versi Aparat

25 03 2011

Ini hanya lelucon. Namun tersirat pesan yang mendalam dan bisa merepresentasikan realita di sekitar kita. Tidak sulit untuk menemukannya. Setiap hari, kita selalu melihat atau bahkan merasakan sendiri, pengalaman ini.

Katanya, ucapan terima kasih bisa mengukur atau menganalisa karakteristik seorang Aparat keamanan. Benarkah demikian? Butet Kertaradjasa, seniman yang kritikus, mengungkap hal tersebut pada acara ‘Sentilan Sentilun’ di Metro TV.

Seorang aparat keamanan bisa di tahu atau diidentifikasi, melalui tambahan kata setelah ucapan ‘terima kasih’. Angkatan udara misalnya, mengucapkan ‘terima kasih setinggi-tingginya’. Mungkin karena udara identik dengan tinggi-tinggi. Jadinya, terima kasih setinggi-tingginya. Angkatan laut mengucapkan ‘terima kasih sedalam-dalamnya’. Karena laut identik dengan kata dalam. Angkatan darat, ‘terima kasih seluas-luasnya’. Diidentikkan dengan daratan yang luas. Baca entri selengkapnya »





Wacana Terorisme

24 03 2011

Terorisme adalah istilah yang sangat subektif. Setiap orang atau kelompok punya definisi tersendiri tentang terorisme. Namun bukan berarti kata ini tidak mempunyai definisi yang global. Terorisme adalah tindakan yang dilakukan dengan tujuan menakut-nakuti, mengancam, melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain dengan sengaja. Dari definisi ini jelas bahwa terorisme erat kaitannya dengan aktifitas yang bernuansa negatif. Sehingga, aktifitas apapun yang menakuti dan mengancam nyawa manusia layak dikategorikan sebagai terorisme.

Terorisme sudah ada sejak zaman dahulu. Bentuknya pun bermacam-macam; ada terorisme atas nama agama, keluarga, suku, ras, dan bangsa. Namun istilah ini lebih popular di abad 20, setelah WTC dan Pentagon hancur oleh serangkaian serangan yang dilakukan para teroris. Sejak itu pula istilah ini lebih banyak dikaitkan dengan agama, khususnya Islam. Sebelum 9/11, terorisme atas nama agama telah sudah sering terjadi di berbagai belahan dunia. Bahkan terorisme atas nama agama pernah juga dikaitkan dengan Yahudi dan Kristen di Eropa. Mungkin itu sebabnya, pada perkembangan selanjutnya terorisme selalu dikaitkan dengan agenda fundamentalis dalam agama. Baca entri selengkapnya »





Mappacci dan Nilai Filosofisnya bagi Bugis-Makassar.

24 03 2011

Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu. Kebanyakan kata kerja dalam bahasa bugis diawali dengan kata ‘Ma’, seperti; maggolo (main bola), mattinju (bertinju), mallaga (berkelahi), mammusu’ (bertempur), makkiana’ (melahirkan), dsb. Kata mapaccing dan mappacci merupakan dua kata yang kalau dilihat sikilas agaknya sama, namun memiliki arti yang berbeda. Yang pertama merupakan kata sifat dan yang kedua kata kerja. Kita sering mendengarkan penggunaan kata ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masyakat Bugis.

Perkembangan selanjutnya, istilah mappaccing lebih sering dikaitkan dengan salah satu rangkain kegiatan dalam proses perkawinan masyarakat Bugis-Makassar. Mappaccing lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu syarat yang wajib dilakukan oleh mempelai perempuan, terkadang sehari, sebelum pesta walimah pernikahan. Biasanya, acara mappaccing dihadiri oleh segenap keluarga untuk meramaikan prosesi yang sudah menjadi turun temurun ini. Dalam prosesi mappaccing, terlebih dahulu pihak keluarga melengkapi segala peralatan yang harus dipenuhi, seperti; Pacci (biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berasal dari dalam negeri), daun kelapa, daun pisang, bantal, sarung sutera, lilin, dll. Tujuan dari mappacci adalah untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Baca entri selengkapnya »





Mengenang

24 03 2011

update soon





Membunuh ‘Makna Agama’

25 10 2010

Sekilas, judul ini terkesan bias dan berkonotasi negatif terhadap agama itu sendiri. Tapi, inilah istilah yang saya kira cocok untuk menamai proyek yang ditawarkan oleh Wilfred Cantwell Smith, sejarawan asal Toronto, Kanada. Sekalipun Smith telah meninggal tahun 2000, tapi proyek ‘membunuh agama’-nya, menjadi kontroversial di kalangan akademisi dan masyarakat umum. Bagaimana tidak, dia berusaha merobohkan pondasi-pondasi pemahaman yang telah dianggap mapan dan matang oleh mayoritas penganut agama di muka bumi. Sebagai sejarawan, Smith berusaha membuat keraguan dan kerancuan akan arti ‘agama’, bila dilihat dari sudut historisnya. ‘Membunuh Makna Agama’ di sini bukan berarti membunuh esensi dan eksistensi dari agama itu sendiri, tapi mengakhiri penggunaan istilah ‘agama’ untuk menjastifikasi suatu agama, yang terkesan telah melembaga.

Kata ‘Religion’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia ‘agama’, telah mengalami proses reifikasi. Istilah ‘religion’ diambil dari bahasa latin ‘religio’, namun diserap ke dalam bahasa ingris sehingga mengalami perubahan konotasi. Kata ‘Religion ‘(agama) inilah yang menjadi tolak ukur penelitian Smith. Dia mengkritik penggunaan religion yang terhadap semua agama yang ada. Dia memaparkan bagaimana ‘Religion’ diadopsi dan diselewengkan artinya oleh agama kristen. Agama kristen (christianity) telah melewati proses reifikasi bahasa sehingga menjadi agama kristen. Pada mulanya, tepatnya abad ke-15, agama ini namanya bukanlah christianity, namun Faith (iman). Dan kata ‘faith’ (iman) lebih dominan penggunaanya untuk menunjuk agama kristen, hingga abad 17. Pada abad ini istilah ‘Religion’ (agama) menjadi dominan di kalangan kristen dan mereka memakai ‘Religion’ untuk menunjuk agama kristen. Di sisi lain, ‘Faith’ telah mengalami proses dekreasiasi dalam penggunaanya. Proses ini terus berlangsung, ‘Religion’ senantiasa dominan untuk menunjuk agama kristen, hingga abad ke-18. Pada abad ini, muncullah istilah Christianity (agama kristen), yang sebelumnya kurang dominan penggunaanya. Istilah christianity terus berlanjut hingga sekarang. Baca entri selengkapnya »





Solusi Arif Untuk Israel-Palestina

7 06 2010

Palestina adalah kawasan yang menyerupai semenanjung yang sempit. Tidak ada yang terlalu istimewa dari kawasan ini, selain lokasinya yang strategis. Jika dilihat dari sumber daya alam dan hasil buminya, kawasan ini tidak sekaya dengan dengan negara-negara arab yang lain. Olehnya itu, urgensi Palestina bukan terletak pada luas wilayah atau hasil alamnya, melainkan posisinya yang strategis sebagai jalur perdagangan Asia, Eropa dan Afrika.

Kawasan palestina merupakan jalur pertemuan antara Eropa, Asia dan Afrika. Dalam konteks negara arab, Palestina merupakan kawasan yang paling banyak bersinggungan dengan negara-negara arab yang lain. Palestina berdampingan dengan Libanon, Suriah, Mesir, Yordania, Saudi Arabia dan Republik Persatuan Arab. Hal ini merupakan sesuatu yang istimewa, karena tidak dimiliki oleh negara-negara arab yang lain.

Sejarah mencatat, sekitar tahun 1200 SM, tanah Palestina telah dihuni oleh beberapa kelompok dan etnik. Sekalipun demikian, konflik antara kelompok belum nampak saat itu. Disamping karena kawasan ini kurang menguntungkan, Palestina juga sekedar persinggahan sementara bagi kebanyakan kelompok yang senantiasa berpindah-pindah (nomaden). Singkatnya, belum ada suku atau ras tertentu yang mau mengklaim Palestina sebagai negara atau tanah air mereka.

Sejarah palestina terus berlanjut hingga Allah Swt. menurunkan agama Yahudi di muka bumi ini. Nabi ibrahim yang dianggap sebagai nenek moyang agama Samawi (agama langit), telah menetap di Palestina dengan tenang dan tentram selama beberapa tahun. Tetapi, atas desakan kaum Yahudi  yang merasa asing di sana, beliau memutuskan untuk berpindah ke kawasan yang lain. Hingga mereka mencapai Mesir, yang saat itu kaya dengan hasil alamnya. Baca entri selengkapnya »