Emansipasi Perempuan

31 03 2011

Dibalik kesuksesan laki-laki, terdapat dukungan perempuan yang tegar dan kuat. Ungkapan yang agaknya sangat familiar di telinga kita. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sudah saatnya mengobral ungkapan baru ‘dibalik kesuksesan perempuan, terdapat laki-laki yang kokoh’. Zaman modern yang disertai dengan terbukanya pintu kebebasan dalam berbagai hal, berusaha menghapus dikotomi antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan peran dan tanggung jawab yang selama ini terjadi, melahirkan gerakan feminist yang hendak memperbaharui pola piker dan tingkah laku masyarakat. Zaman modern berusaha menghapus privatisasi pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan di ruang publik.

Penghapusan dikotomi antara laki-laki dan perempuan yang dikenal sebagai gerakan emansipasi, bukan hal yang baru di Negara ini. Dahulu, R.A. Kartini telah merintis perjuangan dan gerakan ini, dengan semangat yang membara dan tak pernah kendor. Beliau dikenal sebagai pahlawan emansipasi yang sangat konsisten dan tak pernah takut pada ancaman yang membelenggu saat itu. Sebelum era Kartini, perempuan senantiasa dibelenggu dan dibatasi ruang kerjanya di dalam rumah, tanpa ada kewajiban untuk berkarir dan bekerja di luar rumah. Baca entri selengkapnya »

Iklan




Mappacci dan Nilai Filosofisnya bagi Bugis-Makassar.

24 03 2011

Mappacci adalah kata kerja dari ‘mapaccing’ yang berarti bersih. Terkadang, di beberapa daerah Bugis, mappacci dikenal dengan sebutan mappepaccing. Dalam bahasa Bugis, mappacci/mappepaccing merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk membersihkan segala sesuatu. Mappepaccing bola sibawa lewureng, yang berarti membersihkan rumah dan tempat tidur. Adapun kata perintahnya ‘paccingi’ yang berarti bersifat menyuruh atau memerintahkan untuk membersihkan. Paccingi kasoro’mu berarti bersihkan kasurmu. Kebanyakan kata kerja dalam bahasa bugis diawali dengan kata ‘Ma’, seperti; maggolo (main bola), mattinju (bertinju), mallaga (berkelahi), mammusu’ (bertempur), makkiana’ (melahirkan), dsb. Kata mapaccing dan mappacci merupakan dua kata yang kalau dilihat sikilas agaknya sama, namun memiliki arti yang berbeda. Yang pertama merupakan kata sifat dan yang kedua kata kerja. Kita sering mendengarkan penggunaan kata ini dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di masyakat Bugis.

Perkembangan selanjutnya, istilah mappaccing lebih sering dikaitkan dengan salah satu rangkain kegiatan dalam proses perkawinan masyarakat Bugis-Makassar. Mappaccing lebih dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu syarat yang wajib dilakukan oleh mempelai perempuan, terkadang sehari, sebelum pesta walimah pernikahan. Biasanya, acara mappaccing dihadiri oleh segenap keluarga untuk meramaikan prosesi yang sudah menjadi turun temurun ini. Dalam prosesi mappaccing, terlebih dahulu pihak keluarga melengkapi segala peralatan yang harus dipenuhi, seperti; Pacci (biasanya berasal dari tanah arab, namun ada pula yang berasal dari dalam negeri), daun kelapa, daun pisang, bantal, sarung sutera, lilin, dll. Tujuan dari mappacci adalah untuk membersihkan jiwa dan raga calon pengantin sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Baca entri selengkapnya »