99 Hari Mencari Jodoh

16 01 2013

GambarPernah nonton film “30 hari mencari cinta”? Kisah tiga cewek (Keke, Gwen dan Olin) yang sedang berjuang mencari cinta mereka. Lantas, kenapa mesti 30 hari? Mungkin karena 30 hari bukan waktu yang singkat, bagi ketiga perempuan itu untuk menemukan pasangan yang dianggap cocok. Toh, akhirnya mereka semua tetap tidak berhasil menemukan pria idaman itu. Cowok yang selama ini nempel dengan mereka, tidak memenuhi criteria jujur, setia, bersih, kaya, menarik dan normal.

Adakah laki-laki yang memenuhi semua criteria itu? Mungkin. Tapi, toh tetap aja laki-laki sering dicap sebagai buaya yang hidup di darat. Suka berbohong, ingkar janji, obral cinta serta tukang tipu, adalah bentuk perilaku dominan laki-laki dewasa ini, …. katanya!!!

Faktanya, tidak semua lelaki mudah atau suka mengobral cinta. Jangankan berucap “aku cinta kamu”, untuk sekedar dekat dan kenalan dengan seorang wanita, kadang terasa sangat sulit bagi mereka yang tidak terbiasa dan berpengalaman dalam soal asmara.

Jadi, tidak benar jika semua laki-laki adalah buaya darat, yang suka merayu dan mengobral cinta. Sekali-kali, perhatikan laki-laki di sekitar anda. Sangat komplek dan beragam karakter mereka. Ada yang cool, ramah, gaul, cuek bahkan (mohon maaf) anomaly terhadap wanita.

Kembali ke topic “99 Hari Mencari Jodoh”. Ini bukan cerita sinetron. Bukan juga pengalaman saya. Melainkan pengalaman seorang teman yang hidup di ibu kota tercinta, Jakarta.

Begitu sulitkah mencari jodoh atau pasangan hidup di ibu kota, sehingga harus berjuang selama 99 hari? Ataukah 99 identik dengan angka Islami, di mana Allah memiliki 99 nama. Kesannya, untuk mencari pasangan yang Islami, mesti ikut jumlah nama Allah dalam Alquran. Begitukah? Saya kurang tau.

Awalnya, saya mengira teman saya itu cuma mengada-ngada. Masa cari jodoh aja, mesti punya target waktu, 99 hari.

Setelah bincang-bincang lebih dalam, angka 99 memiliki makna yang sangat filosifis baginya. Entah dari mana angka itu muncul. Awalnya, beliau berniat dan usaha serius mencari jodoh. Lalu, muncul ide untuk komitmen terhadap waktu. Untuk mengukur seberapa besar keseriusan dan komitmennya, ditetapkanlah tenggang waktu tersebut.

Hari pertama dilalui dengan banyak bermunajat kepada Sang Pencipta. Tentu, disertai juga dengan usaha yang reel. Shalat malam, duha, disertai doa jodoh senantiasa beliau panjatkan. Hari kedua, ketiga, keempat dan seterusnya juga diisi dengan aktivitas yang sama. Begitulah kira-kira aktivitas dan kesibukan beliau, selama 98 hari. Usaha dan doa tak pernah absen menghiasi hari-harinya itu.

Hingga menjelang hari ke-99. Entah mukjizat apa yang turun, seorang perempuan mengirim sms yang menanyakan tentang kabar beliau di Jakarta.

“Baru kali itu, saya terima SMS yang menggetarkan isi hati saya”cetus temanku itu. Lantas, getaran itu ditindaklanjuti, hingga menemukan kejelasannya tepat 98 hari + 22 jam. Pukul 22:00 waktu Jakarta, teman saya itu mengungkapkan isi hatinya (cinta) dan berniat membawa ke jenjang yang lebih serius, pelaminan. Detik itu juga, tanpa ragu, sang perempuan dan orang tuanya menerima niat baik tersebut.

Sebulan lagi, teman saya itu akan melangsungkan pernikahannya. Tapi, misteri tentang angka 99 itu, masih belum bisa saya mengerti. Mungkin karena itu bukan pengalaman saya, jadinya sulit dan agak lambat untuk menyelami rahasia di balik angka 99.

Sebelum penutup, teman saya titip doa yang beliau anggap sangat ampuh, sehingga senantiasa dibaca ketika selesai shalat. Doa itu adalah “Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsiin”. Mungkin, kalau diterjemahin artinya begini “Ya Allah janganlah Kau biarkan diriku hidup menyendiri (seorang diri), Karena diri-Mu adalah sebaik-baik pemberi warisan keturunan atau pasangan hidup.

“Doa ini juga cocok bagi cowok atau cewek yang jomblo” tutupnya sambil ketawa. Hehe ……

Aroel, Pojok Sapen 15 Januari 2013.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: