Membunuh ‘Makna Agama’

25 10 2010

Sekilas, judul ini terkesan bias dan berkonotasi negatif terhadap agama itu sendiri. Tapi, inilah istilah yang saya kira cocok untuk menamai proyek yang ditawarkan oleh Wilfred Cantwell Smith, sejarawan asal Toronto, Kanada. Sekalipun Smith telah meninggal tahun 2000, tapi proyek ‘membunuh agama’-nya, menjadi kontroversial di kalangan akademisi dan masyarakat umum. Bagaimana tidak, dia berusaha merobohkan pondasi-pondasi pemahaman yang telah dianggap mapan dan matang oleh mayoritas penganut agama di muka bumi. Sebagai sejarawan, Smith berusaha membuat keraguan dan kerancuan akan arti ‘agama’, bila dilihat dari sudut historisnya. ‘Membunuh Makna Agama’ di sini bukan berarti membunuh esensi dan eksistensi dari agama itu sendiri, tapi mengakhiri penggunaan istilah ‘agama’ untuk menjastifikasi suatu agama, yang terkesan telah melembaga.

Kata ‘Religion’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia ‘agama’, telah mengalami proses reifikasi. Istilah ‘religion’ diambil dari bahasa latin ‘religio’, namun diserap ke dalam bahasa ingris sehingga mengalami perubahan konotasi. Kata ‘Religion ‘(agama) inilah yang menjadi tolak ukur penelitian Smith. Dia mengkritik penggunaan religion yang terhadap semua agama yang ada. Dia memaparkan bagaimana ‘Religion’ diadopsi dan diselewengkan artinya oleh agama kristen. Agama kristen (christianity) telah melewati proses reifikasi bahasa sehingga menjadi agama kristen. Pada mulanya, tepatnya abad ke-15, agama ini namanya bukanlah christianity, namun Faith (iman). Dan kata ‘faith’ (iman) lebih dominan penggunaanya untuk menunjuk agama kristen, hingga abad 17. Pada abad ini istilah ‘Religion’ (agama) menjadi dominan di kalangan kristen dan mereka memakai ‘Religion’ untuk menunjuk agama kristen. Di sisi lain, ‘Faith’ telah mengalami proses dekreasiasi dalam penggunaanya. Proses ini terus berlangsung, ‘Religion’ senantiasa dominan untuk menunjuk agama kristen, hingga abad ke-18. Pada abad ini, muncullah istilah Christianity (agama kristen), yang sebelumnya kurang dominan penggunaanya. Istilah christianity terus berlanjut hingga sekarang. Baca entri selengkapnya »

Iklan