Solusi Arif Untuk Israel-Palestina

7 06 2010

Palestina adalah kawasan yang menyerupai semenanjung yang sempit. Tidak ada yang terlalu istimewa dari kawasan ini, selain lokasinya yang strategis. Jika dilihat dari sumber daya alam dan hasil buminya, kawasan ini tidak sekaya dengan dengan negara-negara arab yang lain. Olehnya itu, urgensi Palestina bukan terletak pada luas wilayah atau hasil alamnya, melainkan posisinya yang strategis sebagai jalur perdagangan Asia, Eropa dan Afrika.

Kawasan palestina merupakan jalur pertemuan antara Eropa, Asia dan Afrika. Dalam konteks negara arab, Palestina merupakan kawasan yang paling banyak bersinggungan dengan negara-negara arab yang lain. Palestina berdampingan dengan Libanon, Suriah, Mesir, Yordania, Saudi Arabia dan Republik Persatuan Arab. Hal ini merupakan sesuatu yang istimewa, karena tidak dimiliki oleh negara-negara arab yang lain.

Sejarah mencatat, sekitar tahun 1200 SM, tanah Palestina telah dihuni oleh beberapa kelompok dan etnik. Sekalipun demikian, konflik antara kelompok belum nampak saat itu. Disamping karena kawasan ini kurang menguntungkan, Palestina juga sekedar persinggahan sementara bagi kebanyakan kelompok yang senantiasa berpindah-pindah (nomaden). Singkatnya, belum ada suku atau ras tertentu yang mau mengklaim Palestina sebagai negara atau tanah air mereka.

Sejarah palestina terus berlanjut hingga Allah Swt. menurunkan agama Yahudi di muka bumi ini. Nabi ibrahim yang dianggap sebagai nenek moyang agama Samawi (agama langit), telah menetap di Palestina dengan tenang dan tentram selama beberapa tahun. Tetapi, atas desakan kaum Yahudi  yang merasa asing di sana, beliau memutuskan untuk berpindah ke kawasan yang lain. Hingga mereka mencapai Mesir, yang saat itu kaya dengan hasil alamnya.

Setelah beberapa tahun menikmati hasil kekayaan Mesir, nabi Ibrahim dan kaum Yahudi berpindah kembali ke tanah Palestina. Begitulah watak Yahudi, yang senantiasa berpindah dari satu kawasan ke kawasan yang lain. Sifat keterasingan senantiasa menjadi watak mereka. Setelah nabi Ibrahim wafat, ajaran tauhid diteruskan oleh keturunannya. Nabi Ibrahim memiliki dua anak, Ismail dan Ishak. Nama yang kedualah menjadi cikal bakal keturunan bangsa Yahudi. Sedangkan bangsa arab dinisbatkan kepada nabi Ismail.

Begitulah kondisi Palestina ketika Allah Swt. menurunkan agama Yahudi dan Kristen. Hingga agama Islam diturunkan dipermukaan bumi, Palestina bukanlah kawasan yang banyak diminati oleh pemeluk agama Yahudi dan Kristen. Posisi Palestina menjadi sangat berharga ketika Allah Swt. menjadikan Palestina sebagai kiblat bagi umat Islam untuk menunaikan shalat dan menjadi  salah satu tujuan isra mi’raj nabi Muhammad Saw.

Beberapa abad setelah kedatangan Islam, Palestina berubah menjadi negara konflik yang dipertentangkan oleh agama Yahudi, Kristen dan Islam. Masing-masing penganut agama ini mengklaim Palestina sebagai hak mereka dari Allah Swt. Yahudi mengklaim Palestina sebagai tanah suci mereka sejak dahulu. Agama Kristen juga mengklaim bahwa Palestina adalah hak mereka karena nabi Isya dilahirkan di sana. Begitu juga dengan Islam yang mengkultuskan Palestina karena Allah Swt. pernah menjadikannya sebagai kiblat bagi umat Islam. Klaim Palestina sebagai tanah suci bagi katiga pemeluk agama ini, terus berlanjut hingga sekarang.

Pucak pertikaian terjadi pada tahun 1948. Ketika Yahudi mendirikan negara Israel di palestina, dengan dukungan pemerintah Ingris dan Amerika. Pendirian negara Israel Yahudi merdeka merupakan salah satu rekomendasi Konferensi Yahudi International pada ahir abad ke-19. Sejak tahun 1948, luas wilayah dan kawasan Israel senantiasa bertambah, sehingga merongrong kedaulatan negara palestina yang telah dihuni oleh orang-orang arab. Palestina yang sebelumnya hanya terdiri dari satu negara yang berdaulat, kini harus dibagi menjadi dua negara. Bahkan, kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka, tidak mendapatkan pengakuan dari sebagian besar negara anggota Dewan Keamanan PBB, sampai saat ini.

Palestina yang menganut sistem Semipresidensial mengumumkan kemerdekaannya tahun 1988, setahun setelah harakah Intifadah (aksi menentang Israel). Deklarasi ini diumumkan oleh Yasser Arafat -di pengasingannya, Aljazair- untuk mengikat sekitar empat  juta kelompok etnis dalam satu wadah.  Namun, sebagian besar dunia international mengakui Palestina sebagai Otoritas Nasional Palestina pada tahun 1994, setelah penandatanganan Persetujuan Oslo antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dengan Israel. Tahun ini pulalah yang tercatat dalam sejarah dunia sebagai tahun kemerdekaan Palestina, meskipun eksistensinya sebagai negara yang merdeka dan berdaulat senantiasa diperdebatkan, apalagi wilayah geografi yang masih belum begitu jelas. Bahkan klaim wilayah teritorial masih menjadi perdebatan bahkan pertikaian antara Israel dan Palestina.

Pihak intern palestina sendiri terdapat perbedaan sikap terhadapap negara israel. Kelompok Fatah yang merepresentasikan pemerintahan Otoritas Nasional Palestina di Tepi Barat mengakui keberadaan negara Israel dan siap berunding dengan Israel. Sedangkan kelompok Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) yang mendapatkan dukungan mayoritas dari masyarakat Palestina, merepresentasikan Otoritas Nasional Palestina di jalur Gaza, tidak mengakui kedaulatan negara Israel serta enggan berunding dengan pihak Israel.

Sejak Israel berdiri tahun 1948, tidak terhitung jumlah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh tentara Israel. Pembantaian masyarakat sipil, sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Bahkan pembunuhan pemimpin-pemimpin Palestina yang diaggap berbahaya, juga menjadi target sasaran Israel. Kita masih mengingat bagaimana pemimpin spritual tertinggi HAMAS, Syekh Yasin meninggal akibat tembakan rudal helikopter Israel pada sebuah mesjid di subuh hari. Dan beberapa pemimpin Palestina yang lain, terbunuh oleh tangan dingin Israel.

Pelanggaran HAM terbaru yang dilakukan oleh pihak Israel adalah ketika kapal Kemanusiaan Mavi Marmara, yang mengangkut ratusan relawan dari berbagai negara dan memuat bantuan kemanusiaan untuk Palestina, ditembaki oleh komando militer Israel. Sembilan Belas orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Seluruh dunia mengecam aksi brutal ini, tapi tak ada sanksi tegas dari dewan keamanan PBB, selaku penanggung jawab keamanan international.

Sejak dahulu, Israel senantiasa melancarkan serangan dengan peralatan yang super canggih. Ironisnya, pihak palestina yang mengalami permboikotan militer, hanya mampu membalas dengan peralatan yang sederhana. Ketapel, batu dan alat-alat sederhana yang lainnya dipaksa melawan tank-tank baja dan helikopter dengan peralatan canggih. Pertempuran ini dinilai oleh matoritas dunia international sebagai pertempuran yang tidak sepadan. Olehnya itu, pertikaian ini harus segerah diakhiri. Pihak Israel dan Palestina mesti duduk satu meja untuk membahas proses perdamaian demi tercapainya kemaslahatan kedua pihak di kawasan ini.

Salah satu sumber pertikaian disebabkan oleh tidak adanya sikap untuk saling mengakui kedaulatan negara masing-masing. Sudah saatnya pengakuan kedaulatan negara menjadi solusi bagi kedua pihak. Eksistensi Israel sebagai negara berdaulat harus mendapatkan pengakuan dari pihak Palestina dan dunia international. Begitu juga dengan kedaulatan dan kemerdekaan penuh Palestina sudah saatnya mendapat pengakuan dari pihak Israel dan dunia international. Melalui perantara dewan keamanan PBB, maka perdamaian dan keamanan di kawasan ini dapat terealisasi dengan cepat. Hal ini pun butuh usaha keras dari dewan keamanan PBB dan didukung oleh niat baik Israel dan Palestina.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: