Estetika Kepemimpinan

22 11 2008

Lebih baik setahun dipimpin oleh seorang yang anarkis, zalim dan dictator,
daripada sehari tanpa adanya seorang pemimpin.

Ungkapan singkat, tapi sarat dengan makna. Mengilustrasikan urgennya mahluk yang bernama pemimpin.
Suatu kapal bisa saja berlayar tanpa adanya penumpang. Tapi tak mungkin berlayar tanpa adanya nahkoda yang menjadi inspirasi penentu pelayaran.
Dalam berinteraksi sehari-hari, kita semua butuh pemimpin. Mulai dari skop yang terkecil (keluarga) hingga yang lebih besar (Negara).
Kepemimpinan itu sendiri, memiliki corak dan warna yang berbeda-beda. Pemimpin dalam suatu pertandingan namanya wasit. Nahkoda pemimpin dalam pelayaran. Gubernur memimpin daerah, yang terdiri dari beberapa kabupaten. Presiden pemimpin dalam suatu Negara. Organisasi sendiri, dipimpin oleh seorang ketua. Dalam rapat sekalipun butuh kepada seorang pemimpin.
Singkatnya, dalam interaksi social sehari-hari, kita tak dapat keluar dari jalur kepemimpinan. Adakalanya kita dipimpin adakalanya juga sebagai pemimpin. Ini adalah sunnatullah.
Sekalipun beragam corak dan warna, tapi tujuan dan sasaran kepemimpinan memiliki aspek yang sama. Tujuan seorang pemimpin adalah menjaga eksistensi yang dipimpinnya, menciptakan kestabilan sosial, kedamaian, kesejahteraan, serta mampu bersikap adil kepada semua yang dipimpinnya.
Dalam memimpin pertandingan seorang wasit tentulah tak sama wataknya dengan seorang presiden, yang memimpin suatu Negara. Misalnya saja, jika terjadi pelanggaran. Baca entri selengkapnya »





Sekilas Tentang Firaun

22 11 2008

Menurut Alquran, Firaun adalah hamba Allah Swt. Terlaknak, yang pernah hidup di muka bumi. Konon, air, tanah dan udara tak ada yang bersedia menerima atau menampung jasad beliau, setelah wafat. Semua enggan kecipratan dosa yang pernah diperbuat oleh hamba yang satu ini. Dosa Firaun tidak kecil, ia menyebut dirinya sebagai Tuhan penguasa jagad raya.

Firaun adalah raja kedua dalam dinasti kerajaan Ramsis, di Mesir. Ramsis adalah zaman kerajaan yang menjadi kebanggan Mesir kuno dan modern. Pada fase ini, Mesir telah menyulap diri menjadi kerajaan yang disegani di dunia, serta mampu melahirkan peradaban yang gemilang. Raja Ramsis berhasil menbangun Piramid yang menjadi salah dari tujuh keajaiban dunia. Menurut ahli sejarah, era Ramsislah yang berhasil menyulap Mesir sebagai negara yang kaya akan peninggalan sejarah dan peradaban.

Ada dua raja yang menjadi penguasa dinasti ramsis di Mesir. Ramsis pertama dan ramsis kedua. Ramsis kedua, menurut sejarawan, adalah Firaun yang hidup sezaman dengan Nabi Musa.

Ramsis kedua (Firaun) adalah sosok raja yang sangat ditakuti. Ia memerintah dengan menyebut diri sebagai penguasa alam (Tuhan). Pernah suatu ketika, ia bertitah untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir di Mesir, karena takut dengan ancaman paranormal yang mengatakan bahwa suatu saat, kerajaannya akan digoncang oleh kelahiran seorang anak laki-laki. Baca entri selengkapnya »